AKTIVA TETAP (FIXED ASSETS)

AKTIVA TETAP (FIXED ASSETS)

 aktiva tetap

Investasi yang dilakukan perusahaan dalam aktiva tetap cukup besar jumlahnya, dengan berbagai jenis dan kegunaannya masing-masing. Sebagian aktiva tetap digunakan untuk kelancaran usaha perusahaan dan sebagian lagi digunakan untuk memperoleh pendapatan. Oleh krena itu aktiva tetep ini diperlukan penanganan yang benar agar biaya atau beban yang diinvestasikan dan dikorbankan untuk perolehan dan pemakaian penyingkiran. Aktiva ini dapat dilaksanakan sesuai dengan standar (prinsip) akuntansi yang lazim.

Masalah yang muncul sehubungan dengan aktiva tetap:

  1. Persyaratan dan pengertian aktiva tetap.
  2. Penentuan harga perolehan aktiva tetap.
  3. Pencatatan perolehan aktiva tetap.
  4. Pengeluaran dan alokasi biaya (beban) yang terjadi selama pemakaian aktiva tetap.
  5. Pencatatan yang diperlukan pada saat penyingkiran aktiva tetap.

 

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 16 tentang Aktiva Tetap danAktiva Lain-lain disetujui dalam Rapat Komite Prinsip Akuntansi I ndonesia pada tanggal 24 Agustus 1994 dan telah disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntan Indonesia pada tanggal 7 September 1994. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur yang tidak material (immaterial items).

 

Tujuan

Tujuan Pernyataan ini adalah mengatur perlakuan akuntansi untuk aktiva tetap. Masalah utama dalam akuntansi untuk aktiva tetap adalah saat (timing) pengakuan aktiva, penentuan jumlah tercatat, dan pembebanan penyusutan, serta penentuan dan perlakuan akuntansi atas penurunan nilai tercatat (carrying value).

 

 

Definisi

Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam Pernyataan ini Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

 

          Aktiva tetap meliputi tanah, sruktur bangunan (kantor, pabrik, gedung) dan peralatan (mesin, prabot, perkakas) karakteristik utama dari property, pabrik dan peralatan adalah:

  1. Aktivatersebut diperoleh untuk digunakan dalam opersai dan bukan untuk dijual kembali.
  2. Aktiva tersebut bersifat jangka panjang dan merupakan subjek penyusutan.
  3. Aktiva tersebut memiliki subtasi fisik.

animasi akitva tetap

Pengakuan Aktiva Tetap

Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap bila :

(a) besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan; dan

(b) biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal.

 

Pengakuan Awal Aktiva tetap

Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan

 pohon uang

 

Komponen Biaya

Biaya perolehan suatu aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea impor dan PPN Masukan Tak Boleh Restitusi (non-refundable), dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut ke kondisi yang membuat aktiva tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan; setiap potongan dagang dan rabat dikurangkan dari harga pembelian. Contoh dari biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah:

(a) Biaya persiapan tempat;

(b) biaya pengiriman awal (initial delivery) dan biaya simpan dan bongkar-muat (handling costs);

(c) biaya pemasangan (installation costs); dan

(d) biaya profesional seperti arsitek dan insinyur.

 

Perolehan secara Gabungan

 Harga perolehan dari masing- masing aktiva tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing- masing aktiva yang bersangkutan.

 

Pertukaran Aktiva

 Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dalam pertukaran atau pertukaran sebagian untuk suatu aktiva tetap yang tidak serupa atau aktiva lain. Biaya dari pos semacam itu diukur pada nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau yang diperoleh, yang mana yang lebih andal, ekuivalen dengan nilai wajar aktiva yang dilepaskan setelah disesuaikan dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer.

 

Disposisi Aktiva Tetap

          Aktiva tetap dapat ditarik sukarela atau dilepaskan sebagai penjualan, pertukaran , kovensi terpaksa ataupun terpaksa. Tampa memperhatikan waktu pelepasan penyusutan harus dihitung hingga tanggal disposisi dan semua akun yang berhubungan dengan aktiva yang ditarik itu harus dihilangkan. Kauntungan atau kerugian sebenarnya merupakan koreksi laba bersih.

Penjualan Aktiva Tetap

Penyusutan harus dicatat selama periode waktu antara tanggal ayat jurnal penyusutan terakhir dibuat dan tanggal penjualan. Ayat jurnal yang terpisah biasanya tidak dibuat karena kebanyakan perusahaan memasukan penyusutan ayatjurana akhir tahun.

 

Kos Aktiva Tetap

          kos adalah semua pengeluaran atau pengorbanan sumber ekonomik untuk memperoleh untuk memperoleh atau menciptakan aktiva sejak saat menepatkan sampai dengan penepatan  dengan aktiva tersebut siap digunakan dalam operasi perusahaan. Cara perolehan aktiva tetap :

  1. Jenis aktiva tetap yang diperoleh atau diciptakan : a. tanah, b. bangunan dan lain-lain.
  2. Cara memperoleh aktiva tersebut : a. pembelian tunai, b. pembelian ansuran dan lain-lain.

 

Perolehan Aktiva Tetap Melalui Pengeluaran Surat-Surat Berharga

          Nilai pasar surat berharga yang dikeluarkan secara normal digunakan sebagai dasar untuk mencatat aktiva tetap dan surat berharga yang dikeluarkan. Nilai pasar aktiva tetap dapat ditentukan secara objektif dibandingkan nilai pasar surat berharga, maka nilai tetap aktiva harus digunakan.

 

Pengakuan Aktiva tetap

Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap bila:

(a) besar kemungkinan (probable) bahwa manfaat keekonomian di masa yang  akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan; dan

(b) biaya perolehan aktiva dapat diukur secara andal.

 

 

Pengakuan Awal Aktiva tetap

Suatu benda berwujud yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai suatu aktiva dan dikelompokkan sebagai aktiva tetap, pada awalnya harus diukur berdasarkan biaya perolehan. Harga perolehan dari masing- masing aktiva tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing- masing aktiva yang bersangkutan.

 

Pengeluaran Setelah Perolehan (Subsequent Expenditures)

Pengeluaran setelah perolehan awal suatu aktiva tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat keekonomian di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada jumlah tercatat aktiva yang bersangkutan.

 

Pengukuran Berikutnya (Subsequent Measurement) terhadap Pengakuan Awal

 Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi akumulasi penyusutan. Penilaian kembali atau revaluasi aktiva tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena Standar Akuntansi Keuangan menganut penilaian aktiva berdasarkan harga perolehan atau harga pertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah.

 

Jika aktiva tetap dicatat pada jumlah yang dinilai kembali hal berikut harus diungkapkan:

(a) dasar yang digunakan untuk menilai kembali aktiva;

(b) tanggal efektif penilaian kembali;

(c) nama penilai independen, bila ada;

(d) hakekat setiap petunjuk yang digunakan untuk menentukan biaya pengganti;

(e) jumlah tercatat setiap jenis aktiva tetap;

(f) surplus penilaian kembali akt iva tetap.

Laporan keuangan harus mengungkapkan, dalam hubungan dengan setiap jenis

aktiva tetap:

(a) dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto. Jika lebih dari satu dasar yang digunakan, jumlah tercatat bruto untuk dasar dalam setiap kategori harus diungkapkan;

(b) metode penyusutan yang digunakan;

(c) masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;

(d) jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode;

(e) suatu rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode;

 

Suatu aktiva tetap dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan atau bila aktiva secara permanen ditarik dari penggunaannya dan tidak ada manfaat keekonomian masa yang akan datang diharapkan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan suatu aktiva tetap diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi.

 

 

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.