Laporan Transaksi Terhadap Syariah

gan ni ada tugas ane waktu kuliah dulu matakuliahnya se ingat ane Akuntansi Syariah, nah coba di baca tu Laporan Transasi Terhadap Syariah mana tau bisa buat bahan bacaan, jadi ilmu, terus bisa buat tugas kuliah lo gan. . . . . . !!!

<<<<< semoga bermanfaat ya gan informasi n bacaan ini ya  >>>>>

syariah

  1. 1.       AKUNTANSI MURABAHAH

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Pengukuran aset murabahah setelah perolehan adalah sebagai berikut:

(a)    jika murabahah pesanan mengikat:

(i)      dinilai sebesar biaya perolehan; dan

(ii)     jika terjadi penurunan nilai aset karena usang, rusak atau kondisi lainnya sebelum diserahkan ke nasabah, penurunan nilai tersebut diakui sebagai beban dan mengurangi nilai aset:

(b) jika murabahah tanpa pesanan atau murabahah pesanan tidak mengikat:

(i)    dinilai berdasarkan biaya perolehan atau nilai bersih yang dapat direalisasi, mana yang lebih rendah; dan

(ii)  jika nilai bersih yang dapat direalisasi lebih rendah dari biaya perolehan, maka selisihnya diakui sebagai kerugian.

Pengakuan dan pengukuran uang muka adalah sebagai berikut:

(a) uang muka diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima;

(b) pada saat barang jadi dibeli oleh pembeli maka uang muka diakui sebagai pembayaran piutang; dan

(c) jika barang batal dibeli oleh pembeli maka uang muka dikembalikan kepada pembeli setelah diperhitungkan dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh penjual

PENYAJIAN

Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan, yaitu saldo piutang murabahah dikurangi penyisihan kerugian piutang.

Margin murabahah tangguhan disajikan sebagai pengurang (contra account) piutang murabahah.

PENGUNGKAPAN

Lembaga keuangan syariah mengungkapkan halhal yang terkait dengan transaksi murabahah, tetapi tidak terbatas, pada:(a) harga perolehan aset murabahah;(b) janji pemesanan dalam murabahah berdasarkan pesanan sebagai kewajiban atau bukan; dan (c) pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

jabat tangan

  1. 2.       AKUNTANSI SALAM

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Penerimaan barang pesanan diakui dan diukur sebagai berikut:

(a) jika barang pesanan sesuai dengan akad dinilai sesuai nilai yang disepakati;

(b) jika barang pesanan berbeda kualitasnya, maka:

(i) barang pesanan yang diterima diukur sesuai dengan nilai akad, jika nilai pasar (nilai wajar jika nilai pasar tidak tersedia)

(ii) barang pesanan yang diterima diukur sesuai nilai pasar (nilai wajar jika nilai pasar tidak tersedia

(c) jika pembeli tidak menerima sebagian atau seluruh barang pesanan pada tanggal jatuh tempo pengiriman, maka:

(i)  jika tanggal pengiriman diperpanjang, nilai tercatat piutang salam sebesar bagian yang belum dipenuhi tetap sesuai dengan nilai yang tercantum dalam akad;

(ii) jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya, maka piutang salam berubah menjadi piutang yang harus dilunasi oleh penjual sebesar bagian yang tidak dapat dipenuhi; dan

(iii) jika akad salam dibatalkan sebagian atau seluruhnya dan pembeli mempunyai jaminan atas barang pesanan serta hasil penjualan jaminan tersebut lebih kecil dari nilai piutang salam, maka selisih antara nilai tercatat piutang salam dan hasil penjualan jaminan tersebut diakui sebagai piutang kepada penjual yang telah jatuh tempo.

Kewajiban salam dihentikan pengakuannya (derecognation) pada saat penyerahan barang kepada pembeli. Jika penjual melakukan transaksi salam paralel, selisih antara jumlah yang dibayar oleh pembeli akhir dan biaya perolehan barang pesanan diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penyerahan barang pesanan oleh penjual ke pembeli akhir.

PENYAJIAN

-Pembeli menyajikan modal usaha salam yang diberikan sebagai piutang salam.

-Piutang yang harus dilunasi oleh penjual karena tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam transaksi salam disajikan secara terpisah dari piutang salam.

-Penjual menyajikan modal usaha salam yang diterima sebagai kewajiban salam.

KETENTUAN TRANSISI

Lembaga keuangan syariah mengungkapkan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

laporan

  1. 3.       AKUNTANSI ISTISHNA’

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Bila suatu akad istishna‘ mencakup sejumlah aset, pengakuan dari setiap aset diperlakukan sebagai suatu akad yang terpisah jika:

(a) proposal terpisah telah diajukan untuk setiap aset;

(b) setiap aset telah dinegosiasikan secara terpisah dimana penjual dan pembeli dapat menerima atau menolak bagian akad yang berhubungan dengan masing-masing aset tersebut; dan

(c) biaya dan pendapatan masing-masing aset dapat Diidentifikasikan

 

PENYAJIAN

Penjual menyajikan dalam laporan keuangan halhal sebagai berikut:

(a) Piutang istishna‘ yang berasal dari transaksi istishna‘ sebesar jumlah yang belum dilunasi oleh pembeli akhir.

(b) Termin istishna’ yang berasal dari transaksi istishna‘ sebesar jumlah tagihan termin penjual kepada pembeli akhir.

Pembeli menyajikan dalam laporan keuangan halhal sebagai berikut:

(a) Hutang ishtisna‘ sebesar tagihan dari produsen atau kontraktor yang belum dilunasi.

(b) Aset istishna‘ dalam penyelesaian sebesar:

(i) persentase penyelesaian dari nilai kontrak penjualan kepada pembeli akhir, jika istishna‘ paralel; atau

(ii) kapitalisasi biaya perolehan, jika istishna‘.

 

PENGUNGKAPAN

Entitas mengungkapkan transaksi istishna‘ dalam laporan keuangan, tetapi tidak terbatas, pada:

(a) metode akuntansi yang digunakan dalam pengukuran pendapatan dan keuntungan kontrak istishna‘;

(b) metode yang digunakan dalam penentuan persentase penyelesaian kontrak yang sedang berjalan;

(c) rincian piutang istishna‘ berdasarkan jumlah, jangka waktu, jenis mata uang, dan kualitas piutang;

(d) rincian hutang istishna‘ berdasarkan jumlah, jangka waktu dan jenis mata uang; dan

(e) pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

 

  1. 4.       AKUNTANSI MUDHARABAH

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Pengukuran investasi mudharabah adalah sebagai berikut:

(a) investasi mudharabah dalam bentuk kas diukur sebesar jumlah yang diberikan pada saat pembayaran;

(b) investasi mudharabah dalam bentuk aset nonkas diukur sebesar nilai wajar aset nonkas pada saat penyerahan:

(i) jika nilai wajar lebih rendah daripada nilai tercatatnya diakui sebagai kerugian;

(ii) jika nilai wajar lebih tinggi daripada nilai tercatatnya diakui sebagai keuntungan tangguhan dan diamortisasi sesuai jangka waktu akad mudharabah.

-Pengakuan penghasilan usaha mudharabah dalam praktik dapat diketahui berdasarkan laporan bagi hasil atas realisasi penghasilan usaha dari pengelola dana.

PENYAJIAN

-Pemilik dana menyajikan investasi mudharabah dalam laporan keuangan sebesar nilai tercatat.

-Pengelola dana menyajikan transaksi mudharabah dalam laporan keuangan, tetapi tidak terbatas, pada:

(a) dana syirkah temporer dari pemilik dana disajikan sebesar jumlah nominalnya untuk setiap jenis mudharabah;

(b) bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan dan telah jatuh tempo tetapi belum diserahkan kepada pemilik dana disajikan kewajiban; dan

(c) bagi hasil dana syirkah temporer yang sudah diperhitungkan tetapi belum jatuh tempo disajikan dalam pos bagi hasil yang belum dibagikan.

PENGUNGKAPAN

Pemilik dana mengungkapkan hal-hal terkait transaksi mudharabah, tetapi tidak terbatas, pada:

(a) rincian jumlah investasi mudharabah berdasarkan jenisnya;

(b) penyisihan kerugian investasi mudharabah selama periode berjalan; dan

(c) pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

 bank syariah

  1. 5.       AKUNTANSI MUSYARAKAH

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

Pengukuran investasi musyarakah:

(a) dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang disisihkan; dan

(b) dalam bentuk aset nonkas dinilai sebesar nilai wajar dan jika terdapat selisih antara nilai wajar dan nilai buku aset nonkas, maka selisih tersebut diakui sebagai selisih penilaian aset musyarakah dalam ekuitas.

Pengakuan pendapatan usaha musyarakah dalam praktik dapat diketahui berdasarkan laporan bagi hasil atas realisasi pendapatan usaha dari catatan akuntansi mitra aktif atau pengelola usaha yang dilakukan secara terpisah.

Pengukuran investasi musyarakah:

(a) dalam bentuk kas dinilai sebesar jumlah yang dibayarkan; dan

(b) dalam bentuk aset nonkas dinilai sebesar nilai wajar dan jika terdapat selisih antara nilai wajar dan nilai tercatat aset nonkas, maka selisih tersebut diakui sebagai:

(i) keuntungan tangguhan dan diamortisasi selama masa akad; atau

(ii)kerugian pada saat terjadinya.

 

PENYAJIAN

 Mitra aktif menyajikan hal-hal yang terkait dengan usaha musyarakah dalam laporan keuangan sebagai berikut:

(a) Aset musyarakah untuk kas atau aset nonkas yang disisihkan dan yang diterima dari mitra pasif;

(b) Dana musyarakah yang disajikan sebagai unsur dana syirkah temporer untuk aset musyarakah yang diterima dari mitra pasif; dan

(c) Selisih penilaian aset musyarakah, bila ada, disajikan sebagai unsur ekuitas.

Mitra pasif menyajikan hal-hal yang terkait dengan usaha musyarakah dalam laporan keuangan sebagai berikut:

(a) Investasi musyarakah untuk kas atau aset nonkas yang diserahkan kepada mitra aktif;

(b) Keuntungan tangguhan dari selisih penilaian asset nonkas yang diserahkan pada nilai wajar disajikan sebagai pos lawan (contra account) dari investasi musyarakah.

PENGUNGKAPAN

Mitra mengungkapkan hal-hal yang terkait transaksi musyarakah, tetapi tidak terbatas, pada:

(a) isi kesepakatan utama usaha musyarakah, seperti porsi penyertaan, pembagian hasil usaha, aktivitas usaha musyarakah, dan lain-lain;

(b) pengelola usaha, jika tidak ada mitra aktif; dan

(c) pengungkapan yang diperlukan sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 101 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah.

  1. 6.       AKUNTANSI IJARAH

PENGAKUAN DAN PENGUKURAN

 Pengakuan biaya perbaikan obyek ijarah adalah sebagai berikut:

(a) biaya perbaikan tidak rutin obyek ijarah diakui pada saat terjadinya;

(b) jika penyewa melakukan perbaikan rutin obyek ijarah dengan persetujuan pemilik, maka biaya tersebut dibebankan kepada pemilik dan diakui sebagai beban pada saat terjadinya; dan

(c) dalam ijarah muntahiyah bittamlik melalui penjualan secara bertaha,. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari transaksi jual dan ijarah tidak dapat diakui sebagai pengurang atau penambah beban ijarah.

PENYAJIAN

 Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait, misalnya beban

penyusutan, beban pemeliharaan dan perbaikan, dan sebagainya.

PENGUNGKAPAN

Pemilik mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi ijarah dan ijarah muntahiyah

bittamlik, tetapi tidak terbatas, pada:

(a) penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada:

(i) keberadaan wa’ad pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika ada wa’ad pengalihan kepemilikan);

(ii) pembatasan-pembatasan, misalnya ijarahlanjut;

(iii) agunan yang digunakan (jika ada);

(b) nilai perolehan dan akumulasi penyusutan untuk setiap kelompok aset ijarah; dan

(c) keberadaan transaksi jual-dan-ijarah (jika ada).

Penyewa mengungkapkan dalam laporan keuangan terkait transaksi ijarah dan ijarah muntahiyah bittamlik, tetapi tidak terbatas, pada:

(a) penjelasan umum isi akad yang signifikan yang meliputi tetapi tidak terbatas pada:

(i) total pembayaran;

(ii) keberadaan wa’ad pemilik untuk pengalihan kepemilikan dan mekanisme yang digunakan (jika ada wa’ad pemilik untuk pengalihan kepemilikan);

(iii)pembatasan-pembatasan, misalnya ijarahlanjut;

(iv)agunan yang digunakan (jika ada); dan

(b)keberadaan transaksi jual-dan-ijarah dan keuntungan atau kerugian yang diakui (jika ada transaksi jualdan-ijarah).

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.