MENDULANG EMAS DI DATARAN TINGGI GAYO LUES

ni masih sambungan yang kemaren lanjutan dari GAYO LUES dan SEJARAH BERULANG selanjutnya mari kita baca Blangkejeren Riwayatmu Dulu yoo…🙂🙂

Blangkejeren, Riwayatmu Dulu.

Anda pernah ke blangkejeren, ibukota kabupaten Gayo Lues?  Jika belum atau pernah mengunjunginya puluhan tahun silam pasti tergambar bahwa pusat pemerintahan Blangkejeren Cuma sebuah kota kecil di plosok Aceh yang jauh, melarat ortodok, angker dan penuh mistis. Hal itu sah-sah saja jika anda masih meriwayatkan Blangkejeren seperti dulu kala.

Foto0163

foto di ambil waktu ke kuburan Datu di daerah pergunungan Rikit Gaib (bur Lintang)

Memang sejak jaman kerajaan, unsur mistik dan gaib sudah ada di bumi Gayo Lues. Pasalnya, bagi orang Gayo, mempunyai ilmu seperti itu adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan tidak terkira.

Banyak faktor yang melatarblakangi, di antarnya karena sikap masyarakat Gayo Lues yang kerap menebar kecurigaan dan sulit membangun kepercayaan kepada siapapun.

Sikap inilah yang mendorong mereka untuk mendapatkan ilmu megik sebagai sarana membentengi diri maupun senjata untuk me nyerang orang ketika hati dan hargadirinya terusik.

Ilmu ini tak hanya digunakan dalam perperangan antar kerajaan, tetapi dipakai juga dalam komonitas pergaulan masyarakat agar sipemilik ilmu disegani dan ditakuti. pantasan nich bayak kalau kawan-kawan ane bilang ane tu pake ilmu inilah pake ilmu itulah, waduuuhhh, padahal ane yang biasa hidup kota besar malah pingin ke Gayo Lues. pertama ane ke gayo lues 1999  gitu. masyarakatnya  sedikit belum berpendidikan yang bagian di perkampungan, hanya beberapa orang yg berpendidikan ni.

Kini blangkejeren bukan yang dulu lagi. Cerita kuno itu sudah ambruk secara perlahan. Blangkejeren (Gayo Lues) jauh lebih maju, kaya, bahkan penuh tumpukan harta warisan leluhur. Ada puluhan bahkan ratusan hektar hamparan lahan pertanian/perkebunan, tempat wisata, hingga kandungan uranium dan butiran logam mulia tersimpan disana.

Pameo mistik yang melekat dan menakutkan tadi, merupakan sisa cerita keangkeran dulu yang sulit dibuktikan kebenaranya. Begitupun, seorang tokoh masyarakat tidak nampak bahwa blangkejeren perna popular sebagai daerah mistik.

Jika menarik benang sejarah setiap daerah di negeri ini, tidak ada sejengkal tanah pun (bakalan daerah) yang tidak terjamah oleh aliran mistik atau ilmu hitam. Cuma, semua sangat bergantung kepada keyakinan dan niat baik seseorang bila hendak mengunjungi daerah itu. maka, sekarang anda jangan takut jika ingin ke Gayo Lues masyarakatnya ramah-tamah dan memiliki pendidikan sekarang, hanya sebahagian sedikit yang masih kolot.

tugu Gayo Lues                               masjit asal Gayo Lues

Tugu (Gayo Lues)                              masjid yang pertama di Gayo Lues (masjid Asal)

Terbangunnya cerita buruk tentang Gayo Lues dulu adalah sah-sah saja karena selain faktor di atas, kondisi alam (pergunungan, lembah, hutan perawan) dan karakteristik daerah Gayo Lues sangat mendukung.

Untunglah, proses pembauran etnis (persukuan) secara alamiah telah mampu merubah pola pikir dan prilaku orang Gayo Lues yang kini mulai ramah, terbuka dan bersahaja. Prilaku-prilaku kuno dan anggapan miris yang melekat sejak dulu, pelan-pelan terkikis oleh kemajuan itu sendiri.

Apabila blangkejeren telah menjadi ibu kota kabupaten dan giat memperbaiki kehidupan ekonomi masyarakatnya agar sejajar dengan daerah lain dibumi serambi mekah. Prubahan drastis terjadi di kota Blangkejeren.

Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues telah melakukan penataan jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, gedung pemerintahan, rumah ibadah, perkantoran, perbankan, komunikasi, seni budaya, dan sarana lainnya.

Begitu juga terhadap sektor-sektor rital pertanian dan perkebunan. Dalam beberapa tahun yang lalu, Blangkejeren telah melahirkan petani cabe Unggul, berkualitas dan bernilai jual tinggi. Mereka mendapat kucuran dana segar dari pemerintahan daerah Gayo Lues.

Blang, begitu orang menyingkat nama Blangkejeren adalah sebuah daerah pertumbuhan baru di tanah rencong yang tengah melakukan pembedahan terhadap daerah-daerah terisolir dan miskin.

Disana tidak angker lagi, blang sudah hamper setara dengan daerah lain di tanah rencong. Dilalui mobil-mobil mewah, gadis-gadis cantik berjilbab, rumah-rumah permanen dan bangunan, fasilitas umum serta perkantoran. Lelaki dan wanita  blangkejeren pun mulai terbiasa dengan gaya hidup berkelas, glamour, mesti terkadang amat kontras.

Jumlah pendatang ke blang, blakangan meningkat draktis, mereka dari kalangan birokrat, pengusaha, pakar politik, ekonom, pekerja sosial, kaum wirasuasta, wartawan, pejabat sipil, meliter, dan kelompok lainnya. Kota blangkejeren pun tampak hidup dan bergairah. Malah, menyungsong era emas sekarang ini, warga blang membarenginya dengan membangun dan mengembangkan sayap bisnis hingga ke luar daerah.

images

Seorang anak yang foto berdiri di depan simpang tugu (depan kantor pendopo)
foto dari ghozaliq.wordpress.com

Lingkungan pendopo bupati yang didesain dengan interior berkelas, tampak sudah dipasilitasi sarana komunikasi telepon satelit, Toko yg bagus, Perumahan, Pasar Terpadu, studio radio FM, Leuser TV dan press room, sekarang lagi dibanggun Landasan kapal terbang di Gayo Lues, bahkan bayak lainnya yang masih belum di sebutkan🙂

Kelak fasilitas itu dipersiapkan untuk menjadi sebuah hotel yang refresentatif. Jaringan komputerisasi juga sudah merajai system kerja di kantor-kantor pemerintahan/swata di blangkejeren. Jika beberapa tahun lalu jumlah computer Cuma dibawah 10 unit, kini mencapai ratusan unit malah tak terhingga bisa dibilang klu saat ini sicchhhh.Yang jelas tekhnologi serba digital, denagn sendirinya memupus imahe Gayo Lues sebagai daerah mistis dan tertinggal.

Begitupun, jika kita hendak pergi ke satu daerah, bukan ke Gayo Lues saja, ingat lah sebuah pepatah; lain lubuk, lain ikannya. Lain daerah, lain pula adat istiadatnya! “Artinya sopan santun, prilaku dan tatakrama sangat menentukan proses pembuktian ada tidaknya mistis di satu daerah yang kita kunjungi tak terkecuali Blangkejeren, riwayatmu dulu yang menakutkan.”

ini ceritanya baru sekilas masa lalu tentang Gayo Lues. Masih sedikit halnya tentang Gayo Lues berikutnya akan kita bahas lebih dalam lagi ……….. :)

jika ada Komentar dan saran maka silakan masuki komentar di bawah ini … !!!!

Penulis:

Alm M. Alikasim Kemaladerna (mantan Bupati Pertama GAYO LUES)

Panetir Bungkes SE (Keponakan Alm)

*****

Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. maaf bang, itu salah satu foto saya, harap cantumkan sumber asal foto tersebut yang berupa link ke blog saya. (foto : Seorang anak yang foto berdiri di depan simpang tugu (depan kantor pendopo))
    salam

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.