RERANGKA KONSEPTUAL PENDESAINAN SYSTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN

CONTROLLERSHIP

RERANGKA KONSEPTUAL PENDESAINAN SISTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN

KELOMPOK 7 (TUJUH)

FERDIAN SAPUTRA                 (0701103020005)

PANETIR BUNGKES                 (0701103020011)

ICHSAN FITRAWAN                (0701103020003)

T. ARIEF FAUZAN                     (0701103020008)

M. FAUZI                                          (0701103020016)

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BAB 1: RERANGKA KONSEPTUAL PENDESAINAN SYSTEM PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN

 

Tujuan Organisasi Adalah Untuk Menciptakan Kekayaan

Organisasi adalah kumpulan orang yang memiliki kompetensi yang berbeda-beda, yang membangun saling ketergantungan di antara mereka untuk mewujudkan tujuan bersama, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya. Pada dasarnya tujuan bersama yang ingin diwujudkan oleh organisasi adalah penciptaan kekayaan, oleh karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai institusi pencipta kekayaan (wealth-creating institution). Dengan kekayaan yang berhasil diciptakan, organisasi akan mampu memberikan kesejahteraan bagi semua pemangku kepentingan organisasi (stakeholders). Kekayaan dapat bersifat material dan nonmaterial. Organisasi bermotif laba bertujuan untukmenghasilkan kekayaan material yang diukur dari economic value added (EVA) yang dihasilkan dari usahanya. Organisasi nirlaba ada yang bertujuan untuk menghasilkan kekayaan material yang diukur dari sisa hasil usaha, dan ada yang bertujuan untuk menghasilkan kekayaan nonmaterial, yang hasil usahanya tidak dapat diukur dengan satuan moneter.

Kegiatan Utama Untuk mewujudkan Organisasi Sebagai Wealth-Creating Institution

Untuk menjadikan organisasi sebagai institusi pencipta kekayaan, organisasi harus melaksanakan tiga kegiatan utama sebagai berikut ini:

  1. Mendesain produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan customer.
  2. Memproduksi produk dan jasa tersebut dengan cost effective.
  3. Memasarkan produk dan jasa tersebut secara efektif kepada customer.

 

Setiap kegiatan utama tersebut di atas ditujukan untuk:

  1. Menghasilkan customer yang puas
  2. Menghasilkan financial returns yang memadai

Dengan mendesain produk  yang sesuai dengan kebutuhan customer dan memasarkan produk dan jasa tersebut secara efektif, perusahaan akan mampu menghasilkan customer yang puas. Customer yang puas akan menghasilkan arus masuk pendapatan ke dalam perusahaan, sehingga perusahaan mampu menghasilkan financial returns yang memadai. Untuk menjalankan kegiatan utama: “memproduksi produk dan jasa tersebut dengan cost effective,” perusahaan memerlukan proses yang produktif dengan cost effective. Untuk menjalankan hal tersebut diperlukan  modal manusia, modal informasi, dan modal organisasi. Modal manusia , modal informasi, dan modal organisasi akan menjadikan proses mengonsumsi sumber daya hanya untuk aktivitas penambah nilai (value-added activities) bagi customer. Sehingga kegiatan produksi produk dan jasa dapat dilaksanakan dengan cost effective.

Definisi System Perencanaan Dan Pengendalian Manajemen

System perencanaan dan pengendalian manajemen (SPPM) adalah suatu system yang digunakan untuk merencanakan sasaran masa depan  yang hendak dicapai oleh organisasi, merencanakan kegiatan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengimplementasikan dan memantau pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan. Dari definisi tersebut, terdapat tiga kesimpulan berikut ini:

  1. Perencanaan sasaran masa depan yang hendak dicapai
  2. Perencanaan kegiatan untuk mencapai sasaran
  3. Pengimpletasian dan pemantauan pelaksanaan rencana

Perencanaan Sasaran Masa Depan Yang Hendak Dituju

SPPM pada dasarnya merupakan suatu system yang digunakan oleh manajemen untuk membangun masa depan organisasi. Untuk membangun masa depan organisasi, perlu ditentukan lebih dahulu dalam bisnis apa organisasi akan berusaha. Dengan demikian misi organisasi merupakan the chosen track untuk membawa organisasi mewujudkan masa depannya.

.

Perencanaan Kegiatan Untuk Mencapai Sasaran

Perencanaan sasaran masa depan yang hendak dicapai dan perencanaan kegiatan untuk mencapai sasaran organisasi terdiri dari empat langkah utama:

  1. Perumusan strategi (strategy formulation)
  2. Perencanaan strategic (strategic planning)
  3. Penyusunan program (programming)
  4. Penyusunan anggaran (budgeting)

Pengimplementasian Dan Pemantauan Pelaksanaan Rencana

Untuk melaksanakan rencana yang telah disusun, diperlukan langkah-langkah pengimplementasian dan pemantauan pelaksanaan rencana tersebut. SPPM mencakup system untuk mengimplementasikan dan memantau palaksanaan rencana.

MENGAPA SPPM, BUKAN SPM?

Dimasa lalu (tahun 1960-an sampai dengan tahun 1990-an), system perencanaan dan pengendalian manajemen (management planning and control system) lebih dikenal dengan sebutan system pengendalian manajemen (management control system).

SPPM menitikberatkan pada pentingnya perencanaan dalam memasuki lingkungan bisnis turbulen dan kompetitif. SPPM menyediakan empat system untuk melaksanakan perencanaan masa depan organisasi:

1. System perumusan strategi,

2. System perencanaan strategic,

3. System penyusunan program, dan

4. System penyusunan anggaran.

 

RERANGKA KONSEPTUAL PENDESAINAN SPPM

Di dalam pendesainan system pada umumnya, berbagai faqktor berikut ini perlu dipertimbangkan:

  1. Tidak ada desain system yang baik atau yang buruk, yang ada adalah apakah suatu desain system sesuai )fit) dengan lingkungan bisnis yang dimasuki oleh perusahaan. Kesesuaian (fitness) suatu system dengan lingungan tempat system tersebut digunakan akan menjadikan system tersebut efektif untuk running the business.
  2. Lingkungan bisnis ibarat suatu territorial, yang untuk menjelajahinya diperlukan suatu peta. Peta yang menggambarkan lingkungan bisnis yang dimasuki oleh perusahaan disebut paradigm-the way we see the world.
  3. Setiap system terdiri atas dua komponen : struktur dan proses. Struktur system merupakan komponen-komponen yang berkaitan satu dengan lainnya yang secara bersama-sama membentuk suatu system. Proses system merupakan tahap-tahap yang harus dilalui untuk mewujudkan tujuan system
  4. Setiap system yang kia desain memerlukan kompetensi tertentu untuk menjalankan system tersebut. Kompetensi untuk menjalankan SPPM disebut managerial skill.

Pemacu Perubahan

Contingency approach mengajarkan kepada kita bahwa setiap system didesain berdasarkan karakteristik lingkungan yang dimasuki oleh organisasi, agar system tersebut efektif untuk memasuki lingkungan yang bersangkutan. Teknologi umumnya menjadi pemacu utama perubahan yang berdampak pada karakteristik lingkungan bisnis yang dimasuki oleh perusahaan.

Karakteristik Lingkungan Bisnis

SPPM didesain untuk memasuki lingkungn bisnis tertentu. SPPM yang didesain untuk memasuki lingkungan bisnis stabil, yang didalamnya kompetisi tidak tajam dan kendali bisnis berada di tangan produser, akan sangat berbeda denagn SPPM yang didesain untuk memasuki lingkungan bisnis yang didalamnya kendali bisnis berada di tangan customer, kompetisi sangat tajam, dan perubahan bersufat radikal, konstan, pesat, serentak, dan pervasive.

 

Paradigma

Lingkungan bisnis yang telah berubah tersebut memerlukan paradigm baru untuk menghadapainya. Paradigma adalah lensa yang kita gunakan untuk memandang dunia. Paradigm menentukan sikap kita yang akan menentukan tindakan kita terhadap sesuatu.

Struktur SPPM

  1. Struktur organisasi. Struktur organisasi adalah komponen utama dalam struktur SPPM. Struktur organisasi merupakan sarana untuk mendistribusikan kekuasaan yang diperlukan dalam memanfaatkan berbagai sumber daya organisasi unuk mewujudkan tujuan organisasi.
  2. Jejaring informasi. Jejaring informasi dirancang untuk mempersatukan berbagai komponen yang membentuk organisasi dan berbagai organisasi dalam jejaring organisasi (organization network) untuk kepentingan penyediaan layanan bernilai tambah bagi customer. Teknologi informasi menjadi pemampu untuk membangun jejaring informasi yang memungkinkan terjadinya hubungan berkualitas antarkaryawan, antara manajer dengan karyawan, antara perusahaan dengan pemasok dan mitra bisnisnya, dan diantara perusahaan dengan customernya.
  3. System penghargaan. Suatu system yang digunakan untuk mendistribusikan penghargaan kepada personel organisasi. Pada waktu organisasi hirarkis fungsional digunakan oleh perusahaan untuk memasuki lingkungan bisnis stabil, penghargaan didistribusikan ke manajemen puncak, karena merekalah yang running the business perusahaan.

 

Proses SPPM

  1. System perumusan strategi. Tahap perumusan strategi adalah tahap yang sangat menentukan kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisasi. Dalam tahap ini dilakukan pengamatan terhadap tren perubahan lingkungan makro, lingkungan industry, dan lingkungan persaingan.berdasarkan hasil pengamatan terhadap tren tersebut kemudian dilakukan analisis SWOT untuk mengidentifikasi peluan dan ancaman yang terdapat di lingkungan luar perusahaan dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang terdapat di dalam perusahaan.
  2. System perencanaan strategic. Setelah perusahaan merumuskan strategi pilihan untuk mewujudkan visi melalui misi organisasi, misi, visi, tujuan, keyakinan dasar, nilai dasar, dan strategi tersebut kemudian perlu diimplimentasikan.
  3. System penyusunan program. System penyusunan program adalah poses penyusunan rencana laba jangka panjang untuk menjabarkan inisiatif strategic pilihan guna mewujudkan sasara strategic. System penyusunan program merupakan proses pembangunan hubungan sebab akibat (linkage) antara rencana operasional dengan rencana keuangan.
  4. System penyusunan anggaran. Penyusunan anggaran dalah proses penyusunan rencana laba jangka pendek (biasanya untuk jangka waktu satu tahun atau kurang) yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagian dari program.
  5. System pengimplementasian. Dalam tahap ini, manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalanm kegiatan nyata.
  6. System pemantauan. Pengimplementasian rencana perlu pemantauan. Hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran, program, dan inisiatif strategic.

Managerial skill

  1. Keterampilan dalam mengelola bisnis dan proses organisasional
  2. Keterampilan dalam mengelola perubahan
  3. Keterampilan dalam mengelola sisi bayangan organisasi.

ORGANISASI PERUSAHAAN SEBAGAI WEALTH-MULTIPLAYING INSTITUTION

Lingkungan bisnis kompetitif menuntut semua perusahaan yang memasuki lingkungan tersebut memiliki kekuatan lebih untuk bersain. Agar dapat dipiih oleh customer, produk dan jasa perusahaan harus memiliki keunggulan dibandingkan dari produk dan jasa yang dihasilkan oleh pesaing.

Untuk dapat bertahan dan bertumbuh dalam lingkungan bisnis yang kompetitif, organisasi perusahaan tidak cukup hanya mampu menjadi institusi pencipta kekayaan, namun dituntut untk memiliki kemampuan jauh lebih dari itu, perusahaan dituntut untuk menjadi institusi pelipat ganda kekayaan.

 

PENDEKATAN DALAM PENDESAINAN DAN PENGIMPLEMENTASIAN SPPM

  1. Contingency approach

Contingency approach akan menyadarkan personel tentang pentingnya pengamatan tren (trenwaching) terhadap lingkungan bisnis untuk memungkinkan dilakukannya pembaruan terhadap paradigm personel dan improvement berkelanjutan terhadap desain SPPM. Pendesainan proses SPPM ditujukan untuk memotivasi personel dalam melakukan improvement berkelanjutan terhadap system yang digunakan untuk menghasilkan value bagi customer.

  1. Human-capital-leverage approach

Human-capital-leverage approach mengajarkan kepada kita bahwa dalam lingkungan bisnis kompetitif, sumber daya yang mampu menjadikan perusahaan unggul dalam persaingan adalah modal manusia, yaitu kemampuannya dalam menerapkan pengetahuan.

Human-capital-leverage approach yang melandasi pendesaianan SPPM ini terlihat pada:

  1. Pembangunan paradigm modal manusia berdasarkan lingkungan bisbis yang akan dimasukkan oleh perusahaan dan penggunaan paradigm tersebut sebagai landasan pendesaianan SPPM.
  2. Perhatian terhadap perlunya keterampilan manajerial dalam managing the shadow side of organization, agar personel mampu secara efektif menjalankan SPPM.

KEUNGGULAN CONTINGENCY APPROACH

  1. Menjanjikan desain SPPM yang dihasilkan sesauai dengan persyaratan lingkubngan bisnis yang dimasuki oleh perusahaan, sehingga meningkatkan efektifitas SPPM untuk mewujudkan organisasi.
  2. Menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya kemampuan pengamatan tren terhadap perubahan lingkungan bisnis yang akan dimasuki oleh perusahaan untuk melakukan improvement secara berkelanjutan terhadap SPPM.
  3. Memudahkan pemahaman atas SPPM yang didesai dengan adanya hubungan sebab-akibat antara lingkungan bisnis dengan SPPM yang didesain.

 

KEUNGGULAN HUMAN-CAPITAL-LEVERAGE APPROACH

  1. SPPM yang didesain menjanjikan peningkatan daya saing perusahaan, karena leverage diletakkan pada sumber daya yang mampu menjadikan perusahaan unggul dalam persaingan.
  2. SPPM yang didesain mampu melepaskan dan memfokuskan potensi seluruh personel (menejer dan kayawan) perusahaan, sehingga menjanjikan pelipatgandaan kinerja perusahaan.
  3. Menempatkan paradigm personel dan keterampilan manajer dalam pengelolaan sisi bayangan organisasi sebagai factor penentu keberhasilan SPPM untuk memfalisilitasi perwujudan visi organisasi.

 

 

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.