ISU-ISU KONTEMPORER dalam KEPEMIMPINAN

Apa itu Kepercayaan ?

Kepercayaan adalah pengharapan positif bahwa orang lain tidak akan-melalui kata-kata, tindakan, atau keputusan—bertindak secara opurtunistik. Istilah pengharapan positif dalam definisi kita itu mengasumsikan bahwa pengetahuan keakraban dengan pihak lain. Kepercayaan adalah satu proses ketergantungan-historis yang didasarkan pada sample-sampel pengalaman yang relevan dan terbatas. Istilah secara opurtunistik merujuk pada resiko dan kerentanan yang inheren dalam setiap hubungan kepercayaan. Kepercayaan mencakup membuat seseorang rentan seperti kita, misalnya, kita menyingkapkan informasi intim atau tergantung pada janji-janji lain. Integritas merujuk pada kejujuran dan kebenaran. Konsistensi terkait dengan kehandalan, prediktabilitas, dan pertimbangan yang baik seseorang dalam menangani situasi-situasi. “ketidaksesuaian antara kata-kata dan tindakan mengikis kepercayaan”. Loyalitas adalah keinginan untuk melindungi dan menyelamatkan wajah untuk orang lain.

Tiga Jenis Kepercayaan :
a) Kepecayaan Berbasis Ketakutan, kepercayaan berdasarkan ketakutan akan tindakan balasan jika kepercayaan itu dilanggar. Kepercayaan berdasar ketakutan akan berfungsi hanya pada tingkat bahwa hukuman itu mungkin konsekuensinya jelas dan hukuman sesungguhnya dijatuhkan jika kepercayaan itu di langgar.
b) Kepercayaan Berbasis Pengetahuan, kepercayaan berdasarkan prediktabilitas perilaku yang berasal dari riwayat interaksi. Pengetahuan ini akan berkembang dari waktu ke waktu, umumnya sebagai fungsi dari pengalaman yang membangun kepercayaan akan sifat dapat dipercaya dan prediktibilitas.
c) Kepercayaan Berbasis Identifikasi, kepercayaan berdasarkan rasa saling memahami atas maksud masing-masing dan menghargai keinginan dan hasrat orang lain. Saling pengertian dikembangkan ke titik dimana masing-masing pihak dapat bertindak secara efektif bagi yang lain.

PEMIMPIN SEBAGAI PEMBENTUK MAKNA

Dalam bagian ini kami menyajikan tiga teori kepemimpinan kontemporer yang komponen umumnya adalah bahwa teori itu menampilkan pemimpin sebagai sosok yang yang menggunakan kata-kata, gagasan dan kehadiran fisik mereka untuk ‘memerintah pasukan’. Untuk memahami kekuatan kata-kata dalam menginspirasi yang lain, kita lebih dahulu perlu meninjau konsep pembingkai(framing). Pembingkaian adalah cara penggunaan bahasa untuk mengelola makna.

KEPEMIMPINAN KHARISMATIK

Apa itu kepemimpinan kharismatik? Menurut kepemimpinan kharismatik, para pengikut terpicu kemampuan kepemimpinan yang heroic atau yang luar biasa ketika mereka mengamati perilaku-perilaku tertentu pemimpin mereka.
Apakah Pemimpin Kharismatik Dlahirkan atau Dicptakan?
Walaupun minoritas kecil masih berpikir bahwa charisma tidak dapat dipelajari, sebagian besar pakar berkeyakinan bahwa individu dapat dilatih untuk memperlihatkan perilaku kharismatik dan dengan demikian dapat disebut “pemimpin kharismatik”.

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

Arus riset lainnya difokuskan pada pembedaan pemimpin transformasional dari pemimpin transaksional. Pemimpin transaksional adalah pemimpin yang memandu atau yang memotivasi para pengikut mereka menuju ke sasaran yang ditetapkan dengan memperjelas persyaratan peran dan tugas. Sedangkan Pemimpin Transformasional adalah pemimpin yang menginspirasi para pengikut untuk melampaui kepentingan pribadi mereka dan yang mampu membawa dampak mendalam dan luar biasa pada para pengikut.

KEPEMIMPINAN VISIONER

Mendefinisikan Kepemimpinan Visioner merupakan kemampuan menciptakan dan mengartikulasikan visi yang realistis, kredibel, dan menarik mengenai masa depan organisasi atau unit organisasi yang tengah tumbuh dan membaik dibanding saat ini. Kualitas visi, sifat dasar yang menentukan keberhasilan tampaknya adalah kemungkinannya memberikan inspirasi yang berpusat pada nilai dan dapat diwujudkan, disertai gambaran dan artikulasi yang unggul.

KECERDASAN EMOSIONAL DAN EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN

Emotional intelektual (EI) terbukti berhubungan secara positifdengan kinerja jabatan pada semua level. Namun EI tampak sangat relevan dalam jabatan yang menuntut derajat tinggi interaksi social. Para pemimpin besar menunjukkan EI mereka dengan memperlihatkan semua lima komponen kuncinya :
1. Kesadaran diri
2. Swakelola
3. Motivasi diri
4. Empati
5. Keterampilan social

PERAN KEPEMIMPINAN KONTEMPORER

1. Menyediakan Kepemimpinan Tim
Kepemimpinan mendapatkian tempat yang semakin pentung dalam konteks tim. Ketika tim semakin popular, peran pemimpin dalam mamandu anggota tim menjadi semakin penting.

2. Mentoring
Banyak pemimpin menciptakan hubungan mentoring. Mentor adalah karyawan yang mensponsori dan mendukung karyawan lain yang kurang berpengalaman (protégé).

3. Kepemimpinan Diri
Merupakan serangkaian proses yang digunakan individu untuk mengendalikan perilaku mereka sendiri. Bagaimana cara para pemimpin menciptakan para pemimpin diri?
a) Bentuklah Kepemimpinan Diri
b) Doronglah karyawan menciptakan sasaran yang tersendiri diciptakan sendiri
c) Doronglah penggunaan imbalan diri untuk memperkuat dan meningkatkan perilaku yang diinginkan
d) Ciptakanlah pola berpikir yang positif
e) Ciptakanlah iklim kepemimpinan diri
f) Doronglah kritik diri

KEPEMIMPINAN MORAL

Topik kepemimpinan dan etika secara mengejutkan mendapatkan sedikti perhatian. Baru akhir-akhir ini saja para ahli etika dan peneliti kepemimpina mulai mempertimbangkan implikasi etis dari kepemimpinan. Kepemimpinan tidak bebas dari nilai. Sebelum kita menilai pemimpin macam apa yang efektif, kita hendaknya memperhatikan baik upaya yang dugunakan oleh pemimpin untuk mencapai sasarannya mempunay muatan moral dari sasaran tersebut.

TANTANGAN BAGI PEMBENTUKAN KEPEMIMPINAN

Dalam bagian ini, kami menyajikan dua perspektif yang menantang keyakinan yang diterima secara luas akan pentingnya kepemimpinan. Argumentasi pertama mengemukakan bahwa kepemimpinan itu lebih berhubungan dengan penampilan dari pada realistis. Argumentasi yang kedua langsung menyerang pengertian bahwasebagian kepemimpinan akan selalu efektif terlepas dari situasi.
 Kepemimpinan sebagai Atribusi
Teori atribusi kepemimpinan adalah ide bahwa kepemimpinan hanya merupakan atribusi yang dibuat orang tentang individu lain.
 Pengganti dan Penetral Kepemimpinan
Penetrak memustahilkan perilaku pemimpin membuat perbedaan pada hasil pengikut. Penetral menafikan pengaruh pemimpin. Di pihak lain, pengganti, membuat pengaruh pemimpin bukan hanya menjadi tidak mungkin melainkan juga tidak perlu.

MENEMUKAN DAN MENCIPTAKAN PEMIMPIN YANG EFEKTIF

a) Seleksi
Keseluruhan proses yang ditempuh organisasi untuk mengisi posisi manajemen pada hakikatnya merupakan latihan dalam upaya mengidentifikasi individu-individu yang akan menjadi pemimpin yang efektif.
b) Pelatihan
Dalam catatan yang optimistic, terdapat bukti yang mengemukakan bahwa pelatihan perilaku melalui pelatihan pemodelan dapat meningkatkan kemampuan individu memperlihatkan cirri kepemimpinan kharismatik.

RINGKASAN DAN IMPLIKASI BAGI PARA MANAJER

Bagi para manajer yang memberikan pelatihan pada cara mengisi posisi kunci dalam organisasi mereka dengan para pemimpin yang efektif, kami telah menunjukkan bahwa tes dan wawancara membantu mengidentifikasi orang yang memilki cirri kepemimpinan. Selain berfokus pada seleksi kepemimpinan, para manajer harus juga mempertimbangkan investasi dalam pelatihan kepemimpinan, banyak orang yang memiliki potensi kepemimpinan dapat meningkatkan keterampilan mereka melalui kursus formal, loka karya, rotasi tanggungjawab pekerjaan, pelatihan, dan mentoring.

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.