Perbedaan dasar antara perhitungan biaya penyerapan dan perhitungan biaya variable

1). Apa Perbedaan dasar antara perhitungan biaya penyerapan dan perhitungan biaya variable?
Jawabannya :
a.Perhitungan biaya penyerapan (absorption costing) memperlakukan semua biaya produksi sebagai biaya produk , tanpa membedakan apakah biaya itu variable atau tetap. Dengan demikian biaya produk per unit terdiri atas bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead variable dan tetap. Jadi perhitungan biaya penyerapan mengalokasiakan sebagian dari overhead pabrik tetap kedalam tiap unit produk, bersama dengan biaya overhead variable. Karena perhitunagan biaya penyerapan melibatkan semua biaya produksi, metode ini sering disebut sebagai metode biaya penuh (full cost).
b.Perhitungan biaya variable (variable costing), hanya biaya produksi yang berubah – ubah sesuai dengan out put yang diperlakukan sebagai biaya produk. Termasuk didalamnya adalah bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik variable, biaya overheat pabrik tetap tidak diperlakukan sebagai biaya produk dalam metode ini. Sebaliknya, biaya overhead pabrik diperlakukan sebagai biaya periodic, sebagai beban administrasi dan penjualan, beban tersebut dibebankan secara utuh kedalam pendapatan setiap priodenya kosekuensinya, biaya per unit produk dalam persediaan atau dalam harga pokok penjualan dalam metode penghitungan biaya variable sering disebut sebagai perhitungan biaya langsung (direct costing) atau penghitungan biaya marginal (marginal costing).

2). Diminta :
1.Asumsikan bahwa perusahaan menggunakan pembiyaan variable. Hitung biaya produksi per unit untuk pemangan tersebut.
2.Asumsikan bahwa perusahaan menggunakan pembiayaan variable. Siapakan laporan laba/rugi untuk tahun tersebut dengan menggunakan format kontribusi.
3.Berapa jumlah pemangan yang harus dijual untuk mencapai titik impas perusahaan
Jawabannya :
1. Biaya variable biaya produk per unit
Bahan langsung 50
Tenaga kerja langsung 80
Overhead prabrik variable 20
Biaya produksi per unit $150
2. Penjualan : (19.000 x 210) 3.990.000
Dikurangi beban variable
Hpp variable
Persediaan awal 0
Dtmh ; harga pokok produksi
(20.000×150) 3.000.000
Barang tersedia untuk dijual 3.000.000
Dkrng : persediaan akhir
(1000 x 150) 150.000
Hpp variable 2.850.000

Bahan penjuala dan administrasi variable
( 19.000 x 10 ) 190.000
3.040.000
Margin Kontribusi 950.000
Dikuranggi beban tetap 700.000
Overhead pabrik tetap 285.000
Beban penjualan dan administrasi tetap 985.000
Rugi ( 35.000)

3. Titik impas
Harga jual per unit 210
Biaya variable per unit ( produksi dan penjualan) 160
Margin kontribusi per unit 50
Biaya Overhead pabrik tetap 700.000
Biaya administrasi dan penjualan 285.000
Total biaya tetap 985.000

Total biaya tetap 985.000
Titik impas unit =985.000/50 = 19.700 unit

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.