PENGARUH DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) TERHADAP PREDIKSI BELANJA MODAL (Studi Empiris pada Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh) BAB 3

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1  Desain Penelitian

Desain penelitian atau rancangan bangun penelitian adalah rencana dan struktur penyelidikan yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti akan dapat memperoleh jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan penelitinya. Rancangan itu merupakan suatu skema menyeluruh yang mencakup program penelitian (Kerlinger, 2000).

Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari dokumen Pemerintahan Kabupaten/Kota Laporan Realisasi Anggaran yang diperoleh dari Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Aceh, dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA) Pemerintahan Aceh. Penelitian ini mengunakan data time series, dimana data yang digunakan adalah data Laporan Realisasi Anggaran tahunan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2006 sampai dengan periode yang berakhir pada 31 Desember 2010

 

Desain penelitian atau rancangan suatu penelitian harus memiliki 6 (enam) aspek sebagaimana diungkapkan oleh Sekaran (2006:152), yaitu sebagai berikut:

Desain penelitian, yang meliputi serangkaian pilihan pengambilan keputusan rasional, isu-isu yang berkaitan dengan keputusan mengenai tujuan studi (eksploratif, deskriftif, pengujian hipotesis), letaknya (yaitu konteks studi), jenis yang sesuai untuk penelitian (jenis investigasi), tingkat manipulasi dan control penelitian (tingkat intervensi penelitian), aspek temporal (horizon waktu), dan level analisis data (unit analisis), adalah integral pada desain penelitian.

Penelitian ini mengacu pada rancangan penelitian yang dikemukakan oleh sekaran tersebut dengan berpedoman pada aspek yang harus dipenuhi, untuk masing-masing aspek dijelaskan sebagai berikut:

1)        Sifat studi

Sifat studi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pengujian hipotesis. Studi yang termasuk dalam pengujian hipotesis biasanya menjelaskan sifat hubungan tertentu, atau menentukan perbedaan antar kelompok atau kebebasan (independensi) dua atau lebih faktor dalam suatu situasi (Sekaran, 2006:162).

2)        Jenis Investigasi

Jenis Investigasi ini mengunakan studi kausal (causal study). Studi kausal dimana peneliti ingin menemukan penyebab dari satu atau lebih masalah (Sekaran, 2006:165).

3)        Tingkat Investigasi Peneliti terhadap studi

Tingkat intervensi dilakukan dalam lingkungan alami oraganisasi dengan itervensi minimum oleh peneliti dan arus kerja yang normal. Peneliti melakukan menyusun kerangka teoretis, mengumpulkan data relevan, dan menganalisisnya untuk menghasilkan temuan. (Sekaran, 2006:166) Peneliti mengumpulkan data Laporan Realisasi Anggaran Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.

4)        Situasi Studi

Situasi studi penelitian ini adalah diatur. Penelitian organisasi dapat dilakukan dalam lingkungan yang alami, di mana pekerjaan berproses secara normal dalam keadaan artifical  dan diatur dilakukan dalam studi lapangan (field study). Studi yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat mengunakan lingkungan alami yang sama, di mana karyawan berfungsi secara normal disebut eksperimen lapangan (field experiment) (Sekaran,2006:170).

5)        Unit Analisis

Unit analisis merujuk pada tingkat kesatuan data yang dikumpulkan selama tahap analisis data selanjutnya (Sekaran, 2006:173). Unit analisis dalam penelitian ini adalah organisasi. Kesatuan data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah data Laporan Realisasi Angaran Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh.

6)        Horizon Waktu

Dalam penelitian ini horizon waktu yang digunakan adalah Studi Longitudinal, yaitu studi yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang terdiri dari lima periode yaitu periode 2006-2010. Alasan pemilihan Studi Longitudinal sebagai horizon waktu adalah karena penelitian ini hanya mengumpulkan data berupa Laporan Realisasi Angaran Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh periode 2006-2010 dengan pengumpulan data pada satu batas waktu.

 

3.2  Populasi

Menurut Sumarni dan Wahyuni (2005:68), populasi adalah keseluruhan obyek yang diteliti dan terdiri atas sejumlah individu, baik terbatas maupun tidak terbatas. Sedangkan populasi (population) adalah mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian, atau hal minat yang ingin peneliti investigasi (Sekaran, 2006:121).

Penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kabupaten/kota di Pemerintah Aceh yang berjumlah 23 kabupaten/kota yang terdiri dari 19 kabupaten dan 4 kota dari tahun 2006-2010. Metode penelitian yang digunakan adalah sensus. Sensus berarti meneliti seluruh elemen populasi (Indriantoro dan Supomo, 2002:115). Dipilih metode sensus karena elemen populasi sasaran yang diteliti jumlahnya sedikit. Populasi sasaran pada penelitian ini adalah kabupaten/kota pada tahun 2006-2010 dengan kriteria-kriteria yaitu Kabupaten/kota yang terbentuk di bawah tahun 2006 dan memiliki laporan APBD yang lengkap  dalam kurun waktu peneltian selama periode 2006-2010.

 

3.3  Sumber dan Teknik Pengumpulan Data

Data yang dianalisiskan dalam penulisan ini adalah data sekunder, yang bersumber dari dokumen Laporan Realisasi Anggaran Pemerintahan Kabupaten/Kota di Aceh periode 2006-2010 yang diperoleh dari Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Aceh dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA) Pemerintahan Aceh. Dari Laporan Realisasi Anggaran ini diperoleh data mengenai jumlah realisasi anggaran Belanja Modal, PAD, dan DAU, yaitu laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Data yang dibutuhkan adalah nilai anggaran DAU, PAD, dan Belanja Modal  yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran.

 

 

 

 

 

 

 

3.4  Operasionalisasi Variabel

3.4.1        Variabel Terikat (Dependent Variabel)

Variabel terikat (dependent variabel) adalah merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti. Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi sebab akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2005:33). Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah Belanja Modal.

  1. Belanja Modal

Belanja Modal jumlah dari Belanja tanah, belanja peralatan mesin, belanja gedung dan bangunan, belanja jalan, irigasi, jaringan, dan belanja aset lainnya Adalah Belanja Langsung yang digunakan untuk membiayai kegiatan investasi (menambah aset) dalam periode tahun anggaran berjalan. Pengeluaran untuk perolehan aset (aset tetap) yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi.  Belanja Modal meliputi belanja modal untuk memperoleh tanah, gedung dan bangunan, peralatan dan aset tak bewujud.

Indikator variabel ini diukur dengan:

Belanja Modal = Belanja tanah + belanja peralatan mesin + belanja gedung dan bangunan + belanja jalan, irigasi, jaringan + belanja aset lainnya

3.4.2     Variabel Bebas (Independent Variabel)

Variabel Bebas (Independent Variabel) yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat, entah secara positif atau negatif. Variabel Bebas yang mempengaruhi variabel terikat atau yang menjadi sebab (Sugiyono 2005:34). Variabel independen dalam penelitian ini adalah:

  1. Dana Alokasi Umum (DAU)

DAU jumlah dana yang di transfer pemerintah pusat kepada pemerintahan daerah yang bersumber dari pendapatan APBN. Tujuan DAU ialah yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antara daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. DAU untuk masing-masing daerah kabupaten/kota dapat dilihat dari pos dana perimbangan dalam Laporan Realisasi APBD.

  1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

PAD Adalah jumlah dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan yang Sah, yang di peroleh dari penerimaan sumber-sumber di dalam daerahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PAD merupakan sumber penerimaan daerah asli yang digali di daerah tersebut untuk digunakan sebagai modal dasar pemerintahan daerah dalam membiayai pembangunan dan usaha-usaha daerah untuk memperkecil ketergantungan dana dari pemerintahan pusat. Yang tercantum dalam UU No. 33 Tahun 2004 pasal 6 ayat (1) PAD bersumber dari Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan dan Lain-lain Pendapatan yang Sah yang dirumuskan:

Pendapatan Asli Daerah = Pajak Daerah + Retribusi Daerah + hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan + Lain-lain Pendapatan yang Sah

PAD merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah, seperti pajak, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah (Halim, 2007:96).

Secara ringkas definisi dan operasional variabel dapat dilihat pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1

Definisi dan Operasional Variabel

Variabel

Definisi Operasional

Indikator

Skala Pengukuran

Variabel Dependen

Belanja Modal

Belanja Langsung yang digunakan untuk membiayai kegiatan investasi (menambah aset)

Belanja Tanah + Belanja Peralatan Mesin + Belanja Gedung dan Bangunan + Belanja Jalan, Irigsi dan Jaringan + Belanja Aset Lainnya

Rasio

Variabel Independen

Dana Alokasi Umum

Pemerimaan dari sumber-sumber daerah sendiri, yang dipungut berdasarkan peraturan daerah dengan peraturan perundang-undangan

Dana yang di transfer pemerintah pusat kepada pemerintahan daerah yang bersumber dari pendapatan APBN

Rasio

 

 

 

 

Tabel 3.1 Lanjutan

Pendapatan Asli Daerah

Semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah, seperti pajak, retribusi, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah

Pajak Daerah + Retribusi Daerah + hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan + Lain-lain Pendapatan yang Sah

Rasio

Sumber: Data Diolah (2012)

 

3.5     Metode Analisis dan Rancangan Hipotesis

Data yang di analisis dalam penulisan ini adalah data sekunder, yang bersumber dari dokumen Laporan Realisasi Anggaran yang di peroleh Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Aceh, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA) Pemerintahan Aceh. Data yang digunakan adalah PAD, Dana Perimbangan khususnya pada DAU dan Belanja Modal dalam Laporan Realisasi Anggaran tahun 2006-2010.

 

3.5.1     Metode Analisis

Analisis data dilakukan dengan mengggunakan regresi linear berganda (multiple Linear Regression ) yang menghubungkan variabel bebas dengan variabel  terikat yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh DAU dan PAD terhadap Belanja Modal. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statical Package for Social Science). Model persamaan yang digunakan dalam penlitian ini adalah sebagai berikut :

Keterangan:     Y         =  Belanja Modal

= Konstanta

Nilai Koefisien regresi

= DAU

= PAD

Error term

 

3.5.2        Pengujian Asumsi Klasik

Pengujian Regresi linear berganda dapat dilakukan setelah Model dari penelitian ini memenuhi syarat-syarat yaitu lolos dari asumsi klasik. Syarat-syarat tersebut adalah data tersebut harus terdistribusi secara normal, tidak mengandung meltikolineritas, antokorelasi, dan heterokedastisitas. Untuk ini sebelum melakukan pengujian regresi linear berganda perlu dilakukan terlebih dahulu pengujian asumsi Klasik, yang terdiri dari :

  1. Uji normalitas

Pengujian Normalitas ini bertujuan mengetahui apakah data yang dugunakan telah terdistribusi secara normal. Untuk menguji normalitas data, penelitian ini menggunakan uji statistik  untuk menguji normalitas residual adalah uji sttistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Uji K-S dengan membuktikan  Hipotesis : Ho : Data residual berdistribusi normal atau Ha : Data residual tidak berdistribusi normal. Apabila data signifikan di atas 0.05 maka data residual terdistribusi normal, sedangkan tidak signifikan di bawh 0.05 maka data residual terdistribusi tidak normal.

  1. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel independen. Model regresi yang baik tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Gejala multikolinearitas dapat dideteksi dengan melihat nilai tolerance-nya diatas 0,1 dan Nilai Variance Inflation factor (VIF) tidak lebih besar dari 10.

  1. Uji Autokorelasi

Uji yang dapat dilakukan dengan menghitung nilai Durbin Watson (Dw) dengan membandingkan nilai Dw terhadap dU dan dD. Setelah menghitung nilai d statistik selanjutnya dibandingkan dengan nilai d dari table dengan tingkat signifikan 5 %. Menurut Ghozali (2005), uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah suatu model regresi linear memiliki korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode tertentu dengan kesalahan pada periode sebelumnya. Untuk mengetahui apakah autokorelasi terdapat dalam suatu penelitian bias dengan menggunakan test Durbin Watson (DW). Dasar pengambilan keputusan dalam uji autokorelasi adalah jika du < dw < 4-du maka tidak terjadi autokorelasi dari model regresi.

 

 

  1. Uji heterokedaslsitas

Pengujian ini bertujuan untuk melihat penyebaran data. Uji ini dapat dilakukan dengan melihat gambar plot antara nilai prediksi variabel independen (ZPRED) dengan Resisulnya (SRESID). Model regresi yang baik adalah yang tidak terdapat heterokedaslitas. Apabila dalam grafik tersebut tidak terdapat pola tertentu yang teratur dan data tersebut secara acak di atas dan di bawah 0 pada sumbu Y, maka diidentifikasikan tidak terdapat heterokedastisitas.

 

3.5.3        Rancangan Pengujian Hipotesis

Setelah dilakukan pengukuran variabel dalam penelitian ini maka akan dilakukan pengujian untuk setiap hipotesis. Untuk menentukan menerima atau menolak hipotesis yang diajukan maka dilakukan pengujian secara statistik. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda yaitu bertujuan untuk mengetahui pengaruh DAU dan PAD terhadap prediksi belanja modal, yang diolah dengan menggunakan program komputer Statistical Package for Social Science (SPSS).

Sebelum pengujian hipotesis, terlebih dulu disusun rancangan pengujian hipotesis. Untuk menguji pengaruh DAU (X1) dan PAD (X2) terhadap Prediksi Belanja Modal (Y1) dalam penelitian ini dilakukan dengan cara meregres semua variabel dalam penelitian, baik variabel dependen maupun variabel independen. Penelitian ini menggunakan metode sensus, dengan demikian tidak dilakukan uji signifikansi. Kesimpulan diambil langsung dari nilai koefesien regresi masing-masing variabel.

Untuk menguji hipotesis (H1) apakah secara parsial dan secara bersama-sama variabel independen (X1, X 2) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y1), digunakan dengan langkah sebagai berikut:

  1. Menentukan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif  (Ha)

H01 : β1,2 =0; Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  tidak berpengaruh terhadap Prediksi  Belanja Modal

Ha11,2 ≠0; Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh terhadap Prediksi Belanja Modal

H02 : β1 =0; Dana Alokasi Umum (DAU) tidak berpengaruh terhadap Prediksi  Belanja Modal

Ha21≠0; Dana Alokasi Umum (DAU) berpengaruh terhadap Prediksi Belanja Modal

H03 : β2=0; Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak berpengaruh terhadap Prediksi Belanja Modal

Ha3:  β2≠0; Pendapatan Asli Daerah (PAD) berpengaruh terhadap terhadap Prediksi Belanja Modal

  1. Menentukan kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis.

Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis adalah sebagai berikut:

Jika βi (i=1) = 0: H01,  H02 diterima

Jika βi (i=1) ≠ 0: Ha1, Ha2 diterima

H0 diterima artinya variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen, sedangkan Ha diterima berarti variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.