KEADILAN DALAM BISNIS

ETIKA BISNIS
KEADILAN DALAM BISNIS

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
PANETIR BUNGKES
BAB VI

Pada tanggung jawab sosial perusahaan memiliki kaitan yang erat dengan penegakan keadilan dalam masyarakat pada umumnya maupun bisnis khususnya. Dalam kaitan dengan keterlibatn sosial, tanggung jawab sosial perusahanan berkaitan langsung dengan penciptaan atau perbaikan kondisi sosial ekonomi yang semakin sejahtera dan merata. Keadilan legal: perlakuan yang sama terhadap semua orang sesuai dengan hukum yang hukum yang berlaku.

Keadilan berkaitan dengan timbal balik dengan kegiatan bisnis, khususnya bisnis yang baik dan etis. Bahwa tewujutnya keadilan akan menciptakan stabilitas sosial yang akan menunjang kegiatan bisnis, melainkan juga dalam pengertian bahwa sejauh perinsip keadilan dijalankan akan lahir wajah bisnis yang lebih baik dan etis. Bisnis yang adil, baik, etis, dan adil atau fair, akan ikut mewujutkan keadilan dalam masyarakat.

1.Paham Tradisional mengenai Keadilan

a. Keadilan legal
Keadilan keadilan menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan dan berdasarkan hukum yang berlaku.
Perinsip kosenkensi legal dan moral yang mendasar:
Pertama, berarti semua orang harus secara sama dilindungi oleh hukum, dalam hal ini oleh negara. Hukum wajib untuk melindungi semua warga, terlepas dari status sosial, latar belakang etnis, agama, sosial ekonomi, ataupun aliran politiknya. Jadi, semua orang harus diperlakukan secara sama sebagai manusia dan warga negara.
Kedua, ini juga berarti bahwa tidak ada orang yang akan diperlakukan secara istimewa oleh hukum dan negara. Ini berlaku olweh siapa saja dalam khasus yang sama, terlepas dari apakah ia pejabat atau rakyat biasa, anak pejabat atau anak petani, etnis ini atau itu, penganut agama ini atau itu, dariu kelompok minoritas atau mayoritas.
Ketiga, negara, dalam hal ini pemerintah, tidak boleh mengeluarkan hukum atau produk hukum apapun yang secara khusus dimaksudkan demi kepentingan kelompok atau orang tertentu, dengan tanpa merugikan kepentingan pihak lain. Apalagi peraturan itu uti secara material juga merugikan hak dan kepentingan pihak lain.
Keempat, perinsip di atas jg berarti semua warga tanpa perbedaan apapun harus tunduk dan taat kepada hukum yamng berlaku karena hukum tersebut melindungi hak dan kepentingan semua warga.
Perlakuan yang adil akan punya efek yang sangat menguntugkan bagi suasana kerja dalam perusahaan yang pasa akhirnya akan menunjang kerja sama sebagai tim dan juga kinerja perusahaan secra keseluruhan. Dapat diperanggung jawabkan secara terbuka, mudah sekaliakan menyulut suasana yang meresahkan, melemahkan semangat kerja, menurunkan semangat kerja sama, dan juga kinerja pihak- pihak yang merasa diperlakukan secara tidak adil. Ini akan menggangu mekanisme kerja perusahaan tersebut dan menurunkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

b. Keadilan komutatif
keadilan ini mengatur hubungan yang adil dan fair antara orang yang satu dan yang lain atau antara warga negara yang satu dengan warga negara yang lain. Keadilan ini tidak ada blh pihak yang dirugikan dan kepentingannya, keadilan komutatif menuntut agar semua orang memberikan, menghargai dan menjamin apa yang menjadi hak orang lain. Karena itu interaksi sosial apapun terjadi bahwa pihak tertentu dirugikan hak dan kepentingannya, maka negara dituntut untuk turun tangan menindak pihak yang merugikan dan dengan demikian memulihkan kembali keseimbangan atau kesetaraan kedua pihak yang terganggu oleh adanya perlanggaran tadi.
Prinsip Keadilan komutatif menuntut agar semua orang menepati apa yang telah dijanjikannya, mengembalikan pinjamanmemberi ganti rugi yang seimbang dan sebaiknya. Artinya, manfaat dan keuntungan di satu pihak serta biaya yang berbeban di pihak lain harus sama-sama dipikul secara seimbang oleh semua pihak yang terlibat.

c. Keadilan distributif
perinsip dalam Keadilan distributif, atau yang kini dikenal sebagai keadilan ekonomi, adalah distribusi ekonomi yang merata atau yang duanggap adil bagi semua warga negara. Keadilan distributif tidak membenarkan prinsip sama rata dalam hal pembagian kekayaan ekonomi. Perinsip sama rata hanya sama rata menimbulkan ketidak adilan karena mereka yang menyumbang yang paling besar tidak dihargai semestinya, yang berarti dilakukan secara tidak adil.
Pertimbangan- Pertimbangan yang bersifat objiktif dan sewenang – sewenang: latar belakang etnis, hubungn keluarga, agama, dan semacamnya yang meruberupa distriminasi yang tidak fair dan tidak etis. Sebaliknya, kalau seleksi untuk prestasi, tugas, dan kedudukan telah diwarnai oleh perlakuan yang distriminatif, tertutup, dengan didasarkan pada kriteria yang tidak jelas, tidak rasional, dan tidak objektif, maka perbedaan imbalan menjadi yang dangat tidak adil, kendali memang prestasi dan tanggung jawab berbeda.

2.Keadilan Individu dan Struktual
Dari uraian di atas mengenai paham tradisional mengenai keadilan, terlihat dengan jelas bahwa keadilan bukan hanya merupakan persoalan individual sebagai mana sebagai mana yang umum dipahami orang. Keadilan bukan sekadar menyangkut dengan tuntutan agar semua orang diperlakukan sama oleh negara atau pemimpin perusahaan. Ketika perlakuan yang tidak sama, tidak fair atau tidak adilitu diamkan, dibenarkan, dibela atau dijelaskan sebagai hanya sekedar hanya kesalahan prosedur, ketidak adilan itu akan terulang lagi.
Apakah sistem atau struktur sosial politik berfungsi sedemikian rupa hingga memungkinkan distribusi ekonomi biasaberjalan baik untuk mencapai suatu sosial dan ekonomi yang bisa dianggap cukup adil. Dimaksudkan dengan sistem atau struktur yang adil adalah keterbukaan politik dari pihak pemerintah untuk diproses hukum berdasarkan aturan keadilan yang ada.
Peran pemerintah dalam menegakkan keadilan ini juga terutama penting dalam masyarakat yang bersifat feodalistis seperti indonesia.masyarakat yang seperti itu yang dilakukan pemerintah akan dengan mudah ditiru oleh masyrakat sampai lapisan bawah. Praktek-praktek yang melanggar keadilan menjadi hal yang biasa dalam birokrasi pemerintah dan terlembaga, sulit terjadi keadilan dalam masyarakat, ini pun berlaku dalam bidang bisnis.

3.Teori Keadilan Adam Smith
Teori keadi lan Aristoteles dan teori keadilan Adam Smith, ada perbedaan penting diantara keduanya. Adam Smith hanya menerima satu konsep atau teori keadilan, yaitunkeadilan komutatif. Alasan pertama, menurut Adam Smith, yang disebut keadilan sesungguhnya hanya punya satu arti, yaitu keadilan komutatif yang menyangkut kesetaraan, keseimbangan, keharmonisan hubungan antara satu orang atau pihak dengan orang atau pihak lain. Keadilan sesungguhnya mengungkapkan kesetaraan dan keharmonisan hubungan diantara manusia.
Alasan kedua, adalah keadilan legal sesungguhnya sudah tergantung dalam keadilan komutatif. Karena keadilan legal sesungguhnya hanya kosekuensi lebih lanjut dan prinsip dan keadilan komutatif. Bahwa demi menegakkan menegakkan keadilan komutatif negara bersikap netral dan melakukan semua pihak secara sama tanpa kecuali.
Ketiga, dengan dasar pemerintahan, Adam Smith menolak keadilan distributif sebagai salah satu keadilan. Alasannya karena yang disebut keadilan selalu menyangkut hak: semua orang tidak boleh dirugikan hanya atau, secara positif, semua orang harus diperlakukan sesuai dengan haknya.

Ada tiga perinsif pokok keadilan komutatif menurut Adam Smith, yaitu; prinsip no harm, prinsip non-intervention, prinsip pertukaran yang adil.
1.Prinsip No Harm
Menurut Adam Smith, peinsip paling pokok dari keadilan adalah prinsip no harm, atau prinsio tidak merugikan orang lain, hkususnya tidak merugikan hak dan kepentingan orang lain. Dasar dari prinsip ini pengharhgaan atas harkat dan martabat manusia berserta hak-hak yang melekat, termasuk hak hidup.
prinsip no harm adalah prinsip yang paling minim dan karena itu paling pokok yang harus ada untuk memungkinkan kehidupan manusia bisa bertahan dan juga berlerasi sosial manusia ada dan bertahan. Dan paling pokok, (dalam keluarga, pergaulan, sekolah, dan seterusnya).

2.Prinsip Non-Intervention
Prinsip keadilan komutatif yang tidak ikut campur tangan, prinsip ini menurut jaminan dan penghargaan atas hak dan kepentingan setiap orang hingga tidak seorang pun diperkenakan ikut campur tangan dalam kehidupan orang lain, dan bila ada campur tangan itu berarti pelanggaran/ketidak adilan.
Bagi smith semua manusia mempunyai kebebasan sebagai manusia dan tak seorang pun dibenarkan merampasnya kecuali dengan alasan sah demi menegakkan keadilan.
3.Prinsip Keadilan Tukar
Perinsip keadial tukar/ pertukaran dagang yang baik merupakan penerapan lebih lanjut prinsip no harm secara khusus dalam pertukaran dagang antara satru pihak dengan pihak yang lain di dalam pasar.
Adam smith membedakan hal-hal ini untuk menjelaskan perwujudan prinsip keadilan tukar
a.Harga alamiah yaitu harga dari biaya produksi yang dikeluarkan produksem yaitu: upah buruh, laba pemilihan modal dan sewa tanah, gedung dan lain-lain.
b.Harga aktual yaitu harga aktual yang ditawarkan dan dibayar dalam transasi dagang didalam pasar dengan demikian harga alamiah adalah harga yang adil karena harga alamiah mengungkapan kedudukan yang setara dan seimbang antara produksen dan konsumen karena apa yang dikeluarkan masing-masing pihak didapat kembali.

4. Teori Keadilan Distribusi John Rawls
Kebebasan : nilai dan salah satu hak asasi paling penting yang dimiliki oleh manusia dan ini dijamin oleh sistem ekonomi pasar.
a.Prinsip-prinsip Keadilan Rawls
prinsip kebebasan yang sama: semua orang mempunyai hak yang sama atas sistem kebebasan dasar yang sama yang paling sesuai dengan sistem kebebasan serupa bagi semua, dengan kata lain hanya kalau ada jaminan akan kebebasan dan peluang yang sama bagi semua orang dan bisa diharapkan adanya suatu situasi yang adil
Menurut Rawls, pasar bebas justru menimbulkan ketidak adilan dari sistem kebebasan kondrati yaitu sistem ini mengizinkan pembagian kekayaan dipengaruhi tidak tetap oleh berbagai koneksi karena setiap orang yang masuk dalam pasar pemilihan bakat dan kemampuan alamiah yang berbeda-beda, peluang yang sama yang diberikan pasar tidak akan menguntungkan semua peserta.
Prinsip perbedaan : ketidak samaan sosial dan ekonomi harus di atur sedemikian rupa sehingga ketidak samaan tersebut : Menguntungkan mereka yang kurang beruntung, Sesuai dengan kedudukan yang terbuka bagi semua dibawah kondisi pemasaran kesempatan yang sama. Menurut Rauwls jalan keluar utama memecahkan ketidak adilan distribusi ekonomi dalam pasar adalah dengan mengatursistem dan struktur sosial dengan menguntungkan kelompok yangberuntung.
b.Kritis atas Teori Rawls
Prinsip tersebut membenarkan ketidak adilan karena dengan prinsip tersebut dengan pemerintahan dibenarkan merampas hak pihak tersebut untuk diberikan kepada pihak yang lain. Kekayan kelompok tertentu yang diambil pemerintahan tadi juga diberikan pada kelompok yang menjadi tidak beruntung/ masih karena kesalahanya sendiri.
Maka adalah adil bahwa seseorang yang berkerja keras memperoleh lebih dari ang lain dan berhasil memperbaiki nasib hidupnya serta menikmati jerih payahnya. Sedang kan Rawls berkata kita tidak boleh membuat perbedaan karena kaum miskin juga mempunyai hak atas prestasi orang lain hanya karena bakat alamiah dianggap Rawls sebagai milik bersama ini bertentangan dengan asumsi dasar Rawls bahwa manusia adalah makhluk terpisah satu sama lain. Bagai mana bisa mhkluk yang terpisah-pisah memiliki bakat dan prestasi secara bersama ini akan menyebabkan tidak ada lagi milik pribadi.

5. Jalan Kelusr atas Masalah Ketimpangan Ekonomi
Jalan keluar sebenarnya memadukan teoti Adam Smith dan teori Rawls.
Pasar adalah sistem ekonomi terbaik dan pasar menjamin kebebasan berusaha secara optimal bagi semua orang tetapi tidak semua orang dapat memenfaatkan kebebasan dan peluang uang diberi dan dijamin oleh sistem ekonomi pasar. Tindakan adil membiarkan masyarakat tersaing di daerah terpencil hidup dalam kemiskinan hanya karena tidak bisa memanfaatkan peluang maka dari itu jalan kelemahanyan ialah selain menjamin kebebasan bagi semua, negara dituntut untuk mengambil langkah dan kebijaksanaan yang khusus untuk memperbaiki keadilan sosial dan ekonomi kelompok yang secara objektif tidak beruntung bukan karena kesalahan mereka sendiri, selain kelompok ini akan diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.
Jadi jalan keluar ketimpangan ekonomi adalah dengan mengadakan kombinasi mekanisme pasar dan kebijaksanaan selektif pemerintah yang khusus membantu kelompok yang secara objektif tidak mampu memanfaatkan peluang pasar secara maxsimal dan harus dilaksanakan secara terbuka, karena kalau tidak akan membuka peluang bagi tindakan distriminatif dan tidak adil yang baru.
Langkah dan kebijakan ini tentusaja bisa mencakup pengaturan sistem melalui pranata politik dan legal, sebagai mana di usulkan Rawls, tetapi harus tetap selektif sekaligus berlaku umum. Jalan keluar ini sama sekali tidak bertentangan dengan sistem ekonomi pasar karena sistem ekonomi pasar sesungguhnya mengakomondasi kemungkinan ini.

About these ads
Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

panetir bungkes

General Info

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.329 pengikut lainnya.